ARTIKEL
PRAKTIS
TUJUAN
DAN FUNGSI PUBLIC RELATIONS
Organisasi merupakan sebuah
kesatuan yang utuh dan kompleks. Didalamnya terdapat berbagai elemen yang
saling berkaitan. Antara elemen memerlukan interaksi agar organisasi sebagai
sistem dapat mencapai tujuannya. Humas adalah salah satu aspek dari elemen
organisasi untuk ikut serta membantu mengelola interaksi organisasi dengan
komponen-komponennya.
Public Relations merupakan
pemikiran yang dipraktekkan secara konsepsional oleh Bapak Public Relations yaitu
Ivy Lee ( Penemu Public Relations Modern) dan mengembangkannya menjadi
objek studi ilmiah oleh para cendikiawan. Deklarasi asas para karyawan, keterbukaan sebuah
organisasi dan terjalinnya komunikasi dua arah menjadi lahirnya fungsi dari
Public Relations.
Ada banyak pendapat para penulis tentang tujuan dari Public Relation antara
lain :
1.
Bonar merumuskan tujuan PR adalah :
a.
Public understanding (pengertian publik)
b.
Public confidence ( kepercayaan publik)
c.
Public support (dukungan publik)
d.
Public cooperation (kerjasama publik)
Tujuan utama dari public relation adalah mempengaruhi perilaku orang secara
individu maupun kelompok saat saling berhubungan, melalui dialog dengan semua
golongan, dimana persepsi, sikap dan opininya penting terhadap suatu kesuksesan
sebuah perusahaan (Davis, 2003).
2.
Menurut Rosady Ruslan (2001, p.246) tujuan public relation adalah sebagai
berikut:
a.
Menumbuhkembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik eksternal atau
masyarakat dan konsumen.
b.
Mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran dengan
perusahaan.
c.
Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public relation.
d.
Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan merek.
e.
Mendukung bauran pemasaran.
3.
Jefkins (2003, p.54) mendefinisikan dari sekian banyak hal yang bisa
dijadikan tujuan public relation sebuah perusahaan, beberapa diantaranya yang
pokok adalah sebagai berikut:
a.
Untuk mengubah citra umum di mata masyarakat sehubungan dengan adanya
kegiatan-kegiatan baru yang dilakukan oleh perusahaan.
b.
Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai.
c.
Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh
perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.
d.
Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta membuka
pangsa pasar baru.
e.
Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas rencana
perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan.
f.
Untuk memperbaiki hubungan antar perusahaan itu dengan masyarakatnya,
sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kecaman,
kesangsian, atau salah paham di kalangan masyarakat terhadap niat baik
perusahaan.
g.
Untuk mendidik konsumen agar mereka lebih efektif dan mengerti dalam
memanfaatkan produk-produk perusahaan.
h.
Untuk meyakinkan masyarakat bahwa perusahaan mampu bertahan atau bangkit
kembali setelah terjadinya suatu krisis.
i.
Untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi
resiko pengambilalihan oleh pihak lain.
j.
Untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru.
k.
Untuk menyebarluaskan informasi mengenai aktivitas dan partisipasi para
pimpinan perusahaan organisasi dalam kehidupan sosial sehari-hari.
l.
Untuk mendukung keterlibatan suatu perusahaan sebagai sponsor dari suatu
acara.
m. Untuk memastikan bahwa
para politisi benar-benar memahami kegiatan-kegiatan atau produk perusahaan
yang positif, agar perusahaan yang bersangkutan terhindar dari peraturan,
undang-undang, dan kebijakan pemerintah yang merugikan.
n.
Untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan riset yang telah dilakukan
perusahaan, agar masyarakat luas mengetahui betapa perusahaan itu mengutamakan
kualitas dalam berbagai hal.
4.
Menurut Charles S. Steinberg tujuan PR adalah menciptakan opini publik
yang favourable tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh badan
yang bersangkutan. Tujuan PR untuk mengembangkan pengertian dan kemauan baik (goodwill)
publiknya serta untuk memperoleh opini publik yang menguntungkan atau untuk
menciptakan kerjasama berdasarkan hubungan yang harmonis dengan publik.
5.
Frank Jeffkins, dalam bukunya Public Relations mengemukakan
bahwa ruang lingkup tujuan PR itu ternyata sangat luas. Melalui serangkaian
pembahasan yang mendalam, maka beberapa di antaranya yang pokok adalah sebagai
berikut :
a.
Untuk mengubah citra umum di mata khalayak sehubungan dengan adanya
kegiatan-kegiatan baru yang dilakukan perusahaan;
b.
Untuk menyebarluaskan cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan
kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.
c.
Untuk meningkatkan bobot kualitas calon pegawai.
d.
Untuk memperbaiki hubungan antara perusahaan itu dengan khalayaknya,
sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kecaman,
kesangsian, atau salah paham di kalangan khalayak terhadap niat baik
perusahaan.
e.
Untuk mendidik para pengguna atau konsumen agar mereka lebih efektif dan
mengerti dalam memanfaatkan produk-produk perusahaan.
f.
Untuk mendukung keterlibatan perusahaan sebagai sponsor dari penyelengaraan
suatu acara.
g.
Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas,serta membuka
pasar-pasar ekspor baru;
h.
Untuk mempersiapkan penerbitan saham tambahan atau karena adanya perusahaan
yang go public.
i.
Untuk meyakinkan khalayak bahwa perusahaan mampu bertahan atau bangkit
setelah krisis.
j.
Untuk meningkatkan kemampuan dan ketahananperusahaan dalam rangka menghadapi
risiko pengambil alihan.
k.
Untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru.
l.
Untuk menyebarluaskan informasi mengenai aktivitas dan partisipasi para
pimpinan perusahaan organisasi dalam kehidupan sosial sehari-hari.
m.
Untuk memastikan para politisi bener-benar memahami kegiatan-kegiatan atau
produk perusahaan yang positif, agar perusahaan yang bersangkutan terhindar
dari peraturan, undang-undang, dan kebijakan pemerintah yang merugikan.
n.
Untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan riset yang telah dilakukan
perusahaan.
Secara keseluruhan tujuan dari public relation adalah
untuk menciptakan citra baik perusahaan sehingga dapat menghasilkan kesetiaan
publik terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan (Mulyana, 2007). Selain
itu public relation bertujuan untuk menciptakan, membina dan memelihara sikap
budi yang menyenangkan bagi lembaga atau organisasi di satu pihak dan dengan
publik di lain pihak dengan komunikasi yang harmonis dan timbal balik (Maria,
2002). Jadi tujuan Public Relations secara umum adalah menciptakan dan
memelihara saling pengertian, maksudnya adalah untuk memastikan bahwa
organisasi tersebut senantiasa dimengerti oleh pihak lain yang berkepentingan.
Dengan adanya kata ‘saling’ maka organisasi pun harus dapat memahami publiknya.
Sedangkan fungsi Public
Relation menurut Cutlip & Center and Canfield merumuskan fungsi Public Relations
sebagai berikut:
1.
Menjunjung aktifitas utama manajemen dalam mencapai tujuan bersama (fungsi
melekat pada manajemen lembaga atau organisasi)
2.
Membina hubungan yang harmonis antara badan/organisasi dengan publiknya
sebagai khalayak sasaran.
3.
Mengidentifikasikan yang menyangkut opini, persepsi dan tanggapan
masyarakat terhadap badan/organisasi yang diwakilinya atau sebaliknya.
4.
Melayani keinginan publiknya dan memberikan sumbangan saran kepada pimpinan
manajemen demi untuk tujuan dan manfaat bersama.
5.
Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik, dan mengatur arus informasi,
publikasi serta pesan dari badan/organisasi ke publiknya ata terjadi sebaliknya
demi tercapainya citra positif bagi kedua belah pihak.
Menurut Onong Uchjana Effendy dirumuskan fungsi PR sebagai berikut :
1.
Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi.
2.
Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik, baik publik
eksternal maupun internal.
3.
Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dengan menyebarkan informasi
dari organisasi kepada publik dan menyalurkan opini publik kepada organisasi.
4.
Melayani publik dan menasehati pimpinan organisasi demi kepentingan umum.
Menurut Maria “public relation merupakan satu bagian dari satu nafas yang
sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan
tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh
kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi
tersebut”. Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi public relation
yaitu:
1.
Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling adanya
pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.
2.
Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan
menguntungkan semua pihak.
3.
Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai
harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat
penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang
kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai
secara optimal.
4.
Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan
dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang
sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
Dapat disimpulkan bahwa public relation lebih berorientasi kepada pihak
perusahaan untuk membangun citra positif perusahaan, dan hasil yang lebih baik
dari sebelumnya karena mendapatkan opini dan kritik dari konsumen. Tetapi jika
fungsi public relation yang dilaksanakan dengan baik benar-benar merupakan alat
yang ampuh untuk memperbaiki, mengembangkan peraturan, budaya organisasi, atau
perusahaan, dan suasana kerja yang kondusif, serta peka terhadap karyawan, maka
diperlukan pendekatan khusus dan motivasi dalam meningkatkan kinerjanya. Dengan
singkat dapat dikatakan bahwa fungsi public relation adalah memelihara, mengembangtumbuhkan,
mempertahankan adanya komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani,
mengatasi masalah yang muncul, atau meminimalkan munculnya masalah.
Komentar
Posting Komentar