KEDUDUKAN PUBLIC
RELATIONS KORPORAT
PR dalam suatu organisasi seringkali
disebut sebagai Corporate PR, tapi seiring dengan perkembangan baru dari
kampanye PR dan pemasaran, PR kemudian ditempatkan di bagian Marketing. Fungsi
dan peran Corporate PR (CPR) dan Marketing PR (MPR) berbeda.
Seiring
dengan pesatnya pembangunan dalam berbagai bidang dan memasuki era globalisasi,
maka makin terasa pula kebutuhan peran seorang Public Relations dalam menunjang
efektifitas sebuah organisasi. Misalnya dalam bidang industri, perusahaan,
pendidikan, pemerintahan, kerohanian, sosial, ekonomi, politik, perburuhan dan
lain sebagainya.
Public
Relations menyangkut kepentingan setiap organisasi, baik itu organisasi yang
bersifat komersial maupun yang non komersial. Apa yang biasa di sebut sebagai
Public Relations terdiri dari semua bentuk komunikasi yang terselenggara antara
organisasi yang bersangkutan dengan publik ataupun siapa saja yang menjalin
kontak dengannya.
Public
Relations (PR) menurut Frank Jefkins adalah suatu bentuk
komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu
organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.
Secara umum
Public Relations mempunyai kedudukan yang sangat strategis, yakni berada di
antara dua pihak publik. Baik untuk publik lingkup internal maupun publik
lingkup eksternal. Hal ini mengisyaratkan bahwa seorang Public Relations Officer sesuai fungsinya adalah
sebagai “penyambung lidah” perusahaan atau
organisasi. Khususnya dalam hal mengadakan hubungan timbal balik dengan publik
yang berada di dalam dan umumnya dengan publik publik yang berada di luar
perusahaan.
Menurut Moore Humas di tingkat manajemen
puncak sebuah organisasi, dengan seorang direktur utama dan dewan direktur.
Karena tindakan manajemen dan kebijaksanaan manajemen mempengaruhi Humas, maka
fungsi humas harus ada dalam kedudukan tertentu di dalam struktur organisasi untuk
berpartisipasi dengan manajemen dalam keputusan kebijakan umum.
Posisi PR di Bagan
Organisasi dan hubungannya dengan pimpinan manajemen (Top Management) seringkali dapat dijelaskan dengan
menjelaskan terlebih dahulu bagaimana fungsi PR ini muncul. Pada awalnya Fungsi
PR merupakan bagian integral dari departemen SDM sebagai
tenaga pendukung komunikasi karyawan. Karena fungsi ini terus berkembang, tidak
hanya sekedar komunikasi karyawan belaka, maka pihak manajemen memisahkannya
dari departemen SDM dan
memberinya nama baru “Departemen PR”. Manajer departemen
baru ini bertanggung jawab langsung ke CEO.
Sebagai
suatu pendukung manajemen, peran Humas sangat penting dan strategis bagi setiap
organisasi. Tidak ada yang meragukan peran itu. Namun, kerap menjadi pertanyaan
kemudian, apa dan bagaimanakah letak atau kedudukan Humas dalam struktur
organisasi perusahaan, sehingga pada akhirnya peran yang diharapkan akan
dilakukan Humas itu bisa terwujud? Dalam praktek, status dan besarnya
perusahaan tidak otomatis diikuti oleh kesadaran untuk menyelenggarakan fungsi
Humas pula. Perusahaan besar tidak selalu berarti memiliki departemen Humas
yang besar pula. Banyak perusahaan besar yang ternyata memiliki departemen
Humas yang kecil. Sebaliknya, perusahaan yang relatif kecil ternyata
mempekerjakan banyak staf Humas,dan bahkan bagian Humas itu masih pula dibantu
oleh konsultan Humas dari luar organisasi.
Morisan,
seorang pakar Humas, dengan sangat tepat menguraikan kedudukan Humas dalam
konteks organisasi atau perusahaan. Menurutnya, ada tiga hal yang turut
menentukan, eksistensi departemen Humas pada setiap perusahaan yaitu :
Komentar
Posting Komentar