RUANG LINGKUP PUBLIC RELTIONS
Pada
dasarnya, humas (hubungan masyarakat) merupakan bidang atau fungsi tertentu
yang diperlukan oleh setiap organisasi, baik itu organisasi yang bersifat
komersial (perusahaan) maupun organisasi yang nonkomersial. Mulai dari yayasan,
perguruan tinggi, dinas militer, sampai dengan lembaga-lembaga pemerintah,
bahkan pesantren dan usaha bersama seperti Gerakan Nasional Orang Tua Asuh
(GN-OTA) pun memerlukan humas. Kebutuhan akan kehadirannya tidak bisa dicegah,
terlepas dari kita menyukainya atau tidak, karena humas merupakan salah satu
elemen yang menentukan kelangsungan suatu organisasi secara positif. Arti
penting humas sebagai sumber informasi terpercaya kian terasa pada era
globalisasi dari “banjir informasi” seperti saat ini.
Dalam
kenyataan sehari-hari, istilah humas sering dikacaukan dengan istilah periklanan,
pemasaran, penjualan, publisitas, dan propaganda. Meskipun diantara
istilah-istilah ini terdapat hubungan yang erat (sebagian aspeknya memang
tumpang-tindih), namun humas merupakan suatu entitas tersendiri yang memiliki
definisi berbeda.
Kita
dapat membedakan humas dari iklan, pertama-tama dari segi tujuannya. Tujuannya
periklanan adalah penjualan melalui persuasi. Sedangkan tujuan humas adalah
penyajian berbagai informasi dan pendidikan atau penyuluhan untuk menciptakan
saling pemahaman. Upaya-upaya periklanan akan jauh lebih berhasil apabila
didahului dengan kegiatan humas. Tentu saja, karena suatu produk akan lebih
mudah dijual jika konsumen sudah mengetahui dan memahami keberadaannya.
Kegiatan
terpadu humas dan periklanan itu sering disebut sebagai “pendidikan pasar”. Ini
merupakan contoh nyata betapa humas mampu mendukung strategi pemasaran. Humas
itu memang merupakan kegiatan praktis dan bisa diandalkan guna meraih pangsa
pasar yang tak akan dapat direbut bila kita semata-mata mengandalkan periklanan
saja. Hal ini terutama sekali berlaku apabila produknya, baik itu berupa barang
maupun jasa, atau pasarnya benar-benar baru. Banyak produk yang gagal dijual
semata-mata karena pasarnya sendiri tidak terdidik dengan baik dalam kondisi
pasar seperti itu, periklanan yang tidak didukung oleh kegiatan humas hanya
akan memboroskan biaya. Dengan digunakannya riset pemasaran untuk mengetahui
calon konsumen yang paling tepat, tentu saja segala bentuk, alat maupun wahana
iklan yang ideal dan paling efektif akan mudah ditentukan.
Barangkali
anda mengira bahwa humas itu hanya terdiri dari urusan hubungan pers atau
hubungan media, karena radio dan televisi juga sering dilibatkan. Namun
sesungguhnya, humas jauh lebih luas dari sekedar penyelanggaraan hubungan yang
baik antara pihak perusahaan atau organisasi dengan pihak media. Humas modern
mencakup semua urusan yang harus diperhatikan oleh semua organisasi atau
perusahaan public atau swasta, komersial maupun nirlaba. Bidang yang diurusnya
bahkan lebih luas dari bidang pemasaran atau periklanan. Pihak yang harus
dilayaninya bukan hanya konsumen, melainkan semua pihak yang memang terkait
dengan suatu organisasi atau perusahaan, yaitu mulai dari masyarakat secara
keseluruhan, para pemilik atau pemegang saham dan pegawai.
Salah
satu bidang perhatian humas saat ini adalah penanganan situasi krisis yang
setiap saat bisa melanda perusahaan. Yaitu, mulai dari aksi pemogokan para
pekerja, unjuk rasa masyarakat, hingga ancaman pengambil alihan saham-saham
perusahaan di bursa.
Berfungsi
tidaknya Public Relations dalam sebuah organisasi menurut Efendy dalam bukunya
Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunologis, dapat diketahui dari ada tidaknya
kegiatan yang menunjukan ciri-cirinya yakni :
1. Public
Relations adalah kegiatan komunikasi dalam suatu yang berlangsung dua arah
secara timbal balik.
2. Public
Relations merupakan penunjang tercapainya tujuan yang ditetapkan oleh manajemen
suatu organisasi.
3.
Pulic
yang menjadi sasaran kegiatan Public Relations adalah public eksternal dan
public internal.
4. Operasionalisasi
Public Relations adalah membina hubungan yang hrmonis antara organisasi dengan
public dan mencegah terjadinya rintangan psikologis baik yang timbul dari pihak
organisasi maupun dari pihak public.
Kegiatan Public Relations terbagi
menjadi dua yaitu Kegiatan-kegiatan yang ditujukan kedalam disebut Internal
Public Relations dan kegiatan-kegiatan yang ditujukan keluar Exsternal Public
Relations. Menurut Kasali dalm buku Manajemen Public Relations, Publik Internal
adalah masyarakat yang berada dalam organisasi dan melakukan aktifitas yang
berhubungan dengan kelangsungan hidup organisasi tersebut yang terdiri dari :
1.
Pemegang
saham dan pemilik perusahaan.
Manajer dan Top Executives, yaitu orang-orang yang
memegang jabatan structural dalam perusahaan.
2.
Karyawan,
yaitu orang-orang di dalam perusahaan yang tidak memegang jabatan structural.
3.
Keluarga
karyawan.
Dalam usaha untuk menciptakan suasana
yang menyenagkan dan keuntungan dalam badan itu, komunikasi yang bersifat
“two-way Communication” mutlak harus ada, yaitu komunikasi antara pimpinan
dengan bawahan dan juga antara bawahan dan pimpinan yang merupakan “feedback”
yang berdasarkan hubungan manusiawi yang baik dan menciptakan suasana kerja
yang kondusif. Tugas Public Relations dalam Internal Public Relations yaitu
menyelenggarakan komunikasi yang sifatnya persuasif dan informatif.
Sedangkan public eksternal Menurut
Kasali dalam Manajemen Public Relations adalah masyarakat yang berada di luar
organisasi namun keberadaannya turut mempengaruhi aktifitas organisasi yang
terdiri atas :
1.
Konsumen,
adalah pihak yang membeli produk/jasa suatu perusahaan.
2.
Bank,
merupakan pihak yang menyediakan dana untuk digunakan sebagai modal.
3.
Pemerintah,
yaitu sebagai penentu kebijakan.
4.
Pesaing,
sebagai alat untuk mengukur efisiensi perusahaan dari keadaan yang ditawarkan
oleh pesaing.
5.
Komunitas,
yaitu masyarakat yang tinggal, hidup, dan berusaha disekitar perusahaan.
6.
Media masa
yang berupa hubungan timbal balik untuk membantu penyebaran informasi bagi
masyarakat mengenai perusahaan dan bagi pers sendiri untuk mendapatkan
informasi untuk menjadi bahan berita.
Berdasarkan hal tersebut, tugas penting Exsternal Public Relations adalah
mengadakan komunikasi yang efektif, informatif dan persuasif, yang ditujukan
kepada public diluar badan itu. Informasi yang disampaikan harus jujur, teliti
dan berdasarkan fakta. Sebab public mempunyai hak untuk mengetahui hal yang
sebenarnya terjadi dalam perusahaan.
Dengan kelompok-kelompok tersebut harus senantiasa diadakan kominikasi
dalam rangka memelihara dan membina hubungan yang harmonis dengan mereka.
Hubungan baik dengan public Eksternal sama pentingnya dengan public Internal,
turut menentukan sukses tidaknya tujuan yang dicapai oleh suatu organisasi.
Komentar
Posting Komentar